Kami mengucapkan selamat kepadanya dan berjanji untuk setia kepadanya,

Dubai (ANTARA) – Pemimpin secara de facto Uni Emirat Arab (UEA) Sheikh Mohammed bin Zayed al-Nahyan terpilih sebagai presiden negara Teluk Arab, satu hari setelah saudara tirinya, Presiden Sheikh Khalifa bin Zayed, meninggal.

Sheikh Mohammed, yang dikenal sebagai MbZ, dipilih sebagai presiden oleh dewan agung federal pada Sabtu (14/5).

Dewan tersebut terdiri dari para pemimpin tujuh emirat di federasi UEA.

“Kami mengucapkan selamat kepadanya dan berjanji untuk setia kepadanya, serta rakyat kami,” kata pemimpin Dubai Sheikh Mohammed bin Rashid al-Maktoum, yang juga wakil presiden dan perdana menteri UEA.

Baca juga: Perundingan Putaran Keempat CEPA Indonesia-UEA Mencapai Kesepakatan

MbZ (61 tahun) telah bertahun-tahun memegang kekuasaan di belakang layar. Dia juga memimpin penataan kembali Timur Tengah, yang menciptakan poros anti-Iran baru dengan Israel.

Posisi sebagai presiden memperkuat posisi Sheikh Mohammed sebagai penguasa negara-negara penghasil minyak dalam keanggotaan OPEC dan sebagai pemain kunci di kawasan.

Dia terpilih sebagai presiden pada saat hubungan lama antara UEA dan Amerika Serikat telah memburuk karena penolakan yang dirasakan AS untuk terlibat dengan masalah keamanan yang dirasakan oleh sekutu Teluknya.

Sheikh Mohammed juga muncul sebagai presiden pada saat negara-negara Barat berusaha menggalang dukungan dari kawasan untuk membantu mengisolasi Rusia atas konflik Ukraina.

UEA, yang merupakan pusat perdagangan dan pariwisata, telah memperkuat hubungannya dengan Rusia dan China.

Penguatan tersebut terjadi ketika hubungan politik AS dengan UEA dan Arab Saudi memburuk akibat perbedaan sikap terkait perang Yaman, isu Iran, dan syarat pembelian senjata AS.

Pemerintahan Presiden AS Joe Biden telah berusaha untuk meningkatkan hubungan dengan Saudi dan UEA, kelas berat minyak.

Kedua negara telah menolak untuk memihak dalam konflik Rusia-Ukraina dan telah menolak permintaan dari negara-negara Barat untuk memompa lebih banyak minyak untuk membantu menurunkan harga minyak mentah.

Sumber: Reuters

Baca juga: Sekjen PBB berduka atas meninggalnya presiden UEA
Baca juga: Israel Janji Tak Izinkan Warganya Dieksekusi di Uni Emirat Arab

Penerjemah: Tia Mutiasari
Editor: Mulyo Sunyoto
HAK CIPTA © ANTARA 2022

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published.