Jadi masing-masing (athan) mencoba mencari vendor internasional

Jakarta (ANTARA) – Panglima TNI Jenderal TNI Andika Perkasa memerintahkan atase pertahanan (athan) di wilayah operasional Kontingen Garuda (Konga) untuk bermitra dengan vendor/perusahaan kelas dunia dalam pengadaan suku cadang (suku cadang) alat utama sistem persenjataan (peralatan pertahanan).

Menurut Andika, perusahaan internasional dipilih karena diyakini proBaca juga: Panglima TNI Ikuti Putusan IDI Soal Dokter Terawan Agus Putrantoprofesional dan kredibel dalam menyediakan suku cadang yang dibutuhkan untuk perawatan alutsista khususnya kendaraan tempur Kontingen Garuda di luar negeri.

“Jadi masing-masing (athan) berusaha mencari vendor internasional, artinya beroperasi (di luar negeri). Jadi perlu komunikasi dengan beberapa perusahaan di wilayah tanggung jawabnya masing-masing,” kata Panglima saat ditemui pejabat Mabes TNI. dan sejumlah atase pertahanan di luar negeri, seperti yang disiarkan di kanal YouTube Jenderal TNI Andika Perkasa di Jakarta, Jumat.

Dia kemudian mengatakan bahwa perusahaan dengan reputasi yang lebih besar jauh lebih baik dipilih karena mereka lebih akuntabel.

“Mereka tidak mau kehilangan kepercayaan, dan nama baik (perusahaan) adalah segalanya. Ini semua karena pelayanan kepada pemeliharaan (pemeliharaan) kendaraan Kontingen Garuda di sana jauh lebih aman,” kata Andika Perkasa.

Tak hanya itu, Pangdam juga meminta Athan untuk mencari rekanan asing yang tidak terlalu jauh dari area operasi guna mencegah risiko kerusakan suku cadang saat proses pengiriman dan menghindari pemborosan.

Dalam pertemuan yang sama, Atase Pertahanan RI di Kairo, Mesir, Kolonel Kavaleri Aria Sanggita Saleh melaporkan kepada Panglima bahwa ia telah membuka komunikasi dengan beberapa perusahaan dan satgas penjaga perdamaian di wilayah operasi.

“Bagi kami kontingen Garuda ada di Lebanon yang kesemuanya tergabung dalam Satuan Tugas Unifil (United Nations Interim Force in Lebanon). Kemudian, untuk suku cadangKami sudah menyelidiki dan berkomunikasi dengan satgas yang ada,” kata Kolonel Aria.

Dikatakannya, beberapa perusahaan di Dubai dan Abu Dhabi dinilai memenuhi syarat untuk pengadaan suku cadang kendaraan tempur Kontingen Garuda di Lebanon.

“(Perusahaan) kecil ada di Libanon, tapi kami tidak bisa menjamin ketersediaannya atau kelanjutannya sulit,” kata Athan RI di Kairo.

Usai mendengar laporan tersebut, Pangdam kembali mengingatkan Athan untuk mencari mitra profesional dalam proses pengadaan suku cadang kendaraan tempur.

Dalam rapat evaluasi yang sama, Panglima juga menerima laporan dari atase pertahanan RI di Riyadh, Arab Saudi; Pretoria, Afrika Selatan; Ankara, Turki; dan Abuja, Nigeria.

Baca juga: Prabowo: Kerja Sama Tingkatkan Kemampuan Indhan Terus Ditingkatkan
Baca juga: Ketua MPR Dorong Kemerdekaan Pengadaan Alutsista Indonesia

Reporter: Genta Tenri Mawangi
Editor: Achmad Zaenal M
HAK CIPTA © ANTARA 2022

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published.