Jakarta (ANTARA) –
Kementerian Luar Negeri RI telah memulangkan sebanyak 85 pekerja migran asal Indonesia (PMI) yang menjadi korban modus pemberangkatan ke Turki dengan cara di luar prosedur.

Pemulangan mereka dilakukan dalam dua tahap, masing-masing melibatkan 69 orang dan 16 orang.

“(Kemlu) telah menangani korban 85 WNI yang dikirim ke Turki dengan berbagai modus,” kata Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri Judha Nugraha dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis.

Ia menghimbau kepada calon TKI yang hendak keluar negeri untuk berhati-hati dengan berbagai tawaran, terutama yang menawarkan tawaran fantastis.

Modus tersebut kerap dilakukan melalui platform media sosial, kata Judha.

Kemlu juga meminta calon PMI untuk memastikan kredibilitas tawaran kerja di luar negeri yang mereka terima. Hal ini dapat dilakukan melalui otoritas dan otoritas terkait seperti Kementerian Tenaga Kerja, BP2MI, dan Disnaker setempat.

Selain itu, calon PMI juga diminta untuk memastikan bahwa mereka memiliki dokumen yang diperlukan di negara tujuan.

“Pastikan keberangkatan sesuai prosedur, pastikan saat berangkat punya visa kerja, jangan pakai visa turis,” kata Judha.

Baca juga: Indonesia dan Arab Saudi Bahas Skema Penempatan dan Perlindungan PMI
Baca juga: Pekerja Migran dan Iming-iming Pekerjaan Ilegal
Baca juga: BP2MI Sebut Perlindungan TKI Jadi Prioritas

Reporter: Aria Cindyara
Editor: Anton Santoso
HAK CIPTA © ANTARA 2022

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published.