Sebagai bagian dari pilar Kepresidenan G20 2022 yaitu mendorong produktivitas dan memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan dan inklusif, peran financial technology (fintech) dalam mendorong pertumbuhan UMKM dinilai signifikan dan penting.

Jakarta (ANTARA) – Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Kemenko Ekonomi) menggandeng perusahaan fintech peer-to-peer lending berbasis syariah terbesar di Indonesia, ALAMI, untuk membangun UMKM tangguh melalui akses pembiayaan syariah.

Kesepakatan tersebut dikukuhkan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang disaksikan oleh Asisten Deputi Keuangan Inklusif dan Keuangan Syariah Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Erdiriyo di Bali, Jumat.

“ALAMI akan terus memberikan layanan pembiayaan syariah yang terjangkau dan kompetitif, serta meningkatkan akses keuangan bagi UMKM, terutama dalam pemulihan pascapandemi,” kata CEO ALAMI Group Dima Djani dalam keterangannya. Acara Sampingan G20 usai penandatanganan MoU yang dipantau secara online di Jakarta, Jumat.

Menurutnya, G20 merupakan momentum penting bagi Indonesia untuk mendorong pemberdayaan UMKM sekaligus inklusi keuangan di Indonesia.

Terpilihnya Indonesia sebagai Presidensi G20 di tengah pandemi telah membuktikan persepsi yang baik terhadap ketahanan ekonomi Indonesia dan merupakan bentuk pengakuan Indonesia sebagai salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi terbesar di dunia.

Oleh karena itu, ia menilai acara tersebut dengan tema Sembuh Bersama, Pulihkan Lebih Kuat Inilah momen Indonesia mengajak seluruh dunia untuk bangkit dan memulihkan perekonomian setelah terpuruk akibat pandemi yang terjadi sejak dua tahun terakhir.

“Sebagai bagian dari pilar Kepresidenan G20 2022, yaitu mendorong produktivitas dan memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan dan inklusif, peran teknologi keuangan (fintech) dalam mendorong pertumbuhan UMKM dinilai signifikan dan penting,” ujarnya.

Dalam rangka memperluas akses pembiayaan dan layanan keuangan bagi UMKM, Dima mengungkapkan ALAMI juga menargetkan pertumbuhan pembiayaan pada 2022 meningkat 200 persen dari tahun sebelumnya.

Namun untuk mewujudkannya diperlukan kerjasama dengan pemerintah dan pemangku kepentingan terkait agar akses modal kerja bagi UMKM dapat berjalan dengan lancar dan baik.

Hingga saat ini, ALAMI telah menyalurkan pembiayaan produktif senilai lebih dari Rp. 2,6 triliun untuk lebih dari 10 ribu proyek UMKM di Indonesia dan diperkirakan akan terus meningkat hingga akhir tahun ini.

Penyaluran pembiayaan ALAMI juga diimbangi dengan kualitas pembiayaan yang baik yaitu dengan tingkat keberhasilan pembayaran lebih dari 90 hari (TKB90) pada level 100 persen atau Non Performing Financing (NPF) pada level nol persen.

Jumlah pengguna aplikasi NATURAL sejauh ini mencapai lebih dari 89 ribu yang tersebar di 482 kota/kabupaten di 34 provinsi.

Baca juga: Menkeu: Pemanfaatan Fintech Bisa Tingkatkan Inklusi Keuangan UMKM
Baca juga: AFPI-Hipmi Gelar “business matching” untuk perkenalkan solusi pendanaan UMKM
Baca juga: Sinergi di sektor pembayaran digital mendorong inklusi keuangan UMKM

Reporter: Agatha Olivia Victoria
Redaktur: Faisal Yunianto
HAK CIPTA © ANTARA 2022

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published.