Jakarta (ANTARA) – Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan Kunta Wibawa Dasa Nugraha bersama Perwakilan WHO di Indonesia Dr. N. Paranietharan menyepakati hibah kerjasama bidang kesehatan untuk Biennium Grant Agreement 2022-2023 di Hotel Conrad, Bali, Sabtu.

“Oleh karena itu, kerjasama dengan WHO perlu difokuskan untuk mendukung kegiatan strategis untuk mengimplementasikan pilar-pilar transformasi di bidang kesehatan dengan akuntabilitas yang baik,” kata Kunta dalam keterangan tertulis yang diterima ANTARA di Jakarta, Sabtu.

Kunta menjelaskan Perjanjian Hibah Biennium 2022-2023 merupakan dokumen kerjasama hibah sebagai acuan anggaran program yang ditandatangani oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan. Dokumen tersebut memuat sejumlah informasi seperti nilai, bentuk, mekanisme dan pelaksanaan hibah WHO per dua tahunan di tingkat kementerian.

Rencana kerja anggaran program ini akan menjadi Perjanjian Hibah antara penerima hibah (unit teknis) di Kementerian Kesehatan dan WHO Indonesia. Termasuk dasar pendaftaran hibah berdasarkan PMK Nomor 99 Tahun 2017 dan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 55 Tahun 2017.

Kunta menambahkan, di tingkat nasional, kerja sama Kementerian Kesehatan dengan WHO Indonesia dilakukan dengan mengacu pada hal-hal berikut: Strategi Kerjasama Negara WHO atau dokumen yang memuat visi strategis jangka menengah WHO dengan negara mitra untuk lima sampai enam tahun ke depan dan diselaraskan dengan RPJMN negara mitra.

Dengan periode anggaran WHO yang dilakukan untuk jangka waktu 2 tahun, maka perjanjian hibah antara Kementerian Kesehatan dengan WHO Indonesia dilakukan untuk jangka waktu 2 tahun melalui: Perjanjian Hibah Biennium.

“Kerja sama teknis antara Kementerian Kesehatan dan WHO Indonesia juga sudah dimulai sejak penandatanganan” Perjanjian Dasar pada tahun 1951, yang kemudian diperbaharui pada tahun 1958,” katanya.

Menurutnya, kerjasama yang dibangun bertujuan untuk melaksanakan kegiatan yang dituangkan dalam Rencana Kerja Bersama Kementerian Kesehatan RI dengan WHO Indonesia untuk Anggaran Program WHO 2022-2023, dalam mendukung pelaksanaannya. Program Kerja Umum WHO ke-13RPJMN 2020-2024 dan pilar transformasi Kementerian Kesehatan RI.

Dalam kesempatan itu, dia mengaku Kemenkes sedang melakukan transformasi di bidang kesehatan yang meliputi transformasi pelayanan kesehatan primer, transformasi layanan kesehatan sekunder, transformasi sistem ketahanan kesehatan, transformasi pembiayaan kesehatan. sistem, transformasi sumber daya manusia kesehatan dan transformasi teknologi kesehatan.

Oleh karena itu, Kunta mengapresiasi WHO Indonesia yang telah mendukung upaya pembangunan di bidang kesehatan termasuk menyikapi pandemi dan berharap koordinasi yang telah terbangun dapat diperkuat dan dapat terus dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Koordinasi yang baik juga perlu diperkuat untuk memastikan kerja sama antara WHO dan Kementerian Kesehatan tetap dilakukan sesuai dengan koridor yang berlaku dan perlu dilakukan pemantauan dan evaluasi secara terus menerus untuk perbaikan berkelanjutan,” ujarnya.

Baca juga: Kemenkes siapkan fasilitas kesehatan untuk melayani pasien hepatitis akut
Baca juga: Kemenkes: 9 kasus hepatitis akut di Indonesia masuk kriteria “pending” WHO
Baca juga: Kemenkes Sebut Penderita Hipertensi di Indonesia Terus Meningkat

Reporter: Hereloita Dharma Shanti
Redaktur: Muhammad Yusuf
HAK CIPTA © ANTARA 2022

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published.