BANGKOK (ANTARA) – Jonatan Christie gagal mengamankan kemenangan penentu bagi Indonesia, usai dikalahkan Kenta Nishimoto 20-22, 13-21 pada partai ketiga semifinal Piala Thomas 2022 di Bangkok, Thailand, Jumat.

Indonesia yang sempat unggul 2-0 atas Jepang kini harus mengejar peruntungannya untuk keluar dari posisi 2-1 usai kekalahan Jonathan.

“Saya mohon maaf karena tidak bisa menyumbangkan poin untuk Indonesia hari ini, saya berharap Fajar/Rian bisa menyumbangkan poin agar bisa melaju ke final,” kata Jonatan usai pertandingan di Impact Arena Bangkok.

Baca juga: Indonesia Menang 2-0 atas Jepang Lewat Duo Ahsan/Kevin

Menurut Jonathan, kekalahan malam ini karena kesalahan dalam mengeksekusi strategi dengan benar di akhir game pertama. Sempat unggul dari Nishimoto dengan skor 20-19, Jonathan justru melakukan kesalahan dan keunggulan diambil oleh pemain peringkat 20 tersebut.

Di game pertama, Jonathan telah menyusun strategi untuk mengambil poin sebanyak mungkin di lapangan yang memenangkan angin. Dalam permainan poin, Nishimoto mengubah pola bermainnya dengan sangat ngotot, sehingga menyulitkan Jonathan.

“Dia sangat ngotot, bahkan bola yang jauh dipaksa untuk diambil dan itu mempengaruhi permainan saya sehingga saya menjadi tidak sabar. Saya ingin mendapatkan poin dengan cepat tetapi malah membuat kesalahan sendiri,” katanya.

Baca juga: Kesabaran Kunci Kemenangan Ginting Atas Momota di Laga Pembuka

Sedangkan di game kedua, Jonathan berkutat dengan kondisi angin yang mampu mengoreksi arah pukulannya secara signifikan. Kesulitan ini diperparah dengan posisi Nishimoto yang nyaman untuk menyerang.

“Seharusnya saya lebih sabar lebih awal, tapi Nishimoto juga mendapat momentum agar bisa bermain lebih total,” ujarnya.

Sementara itu, pelatih tunggal putra PP PBSI, Irwansyah, menilai anak didiknya terlalu terburu-buru dan tidak tenang menghadapi Nishimoto. Menurut Irwansyah, ketenangan harus menjadi fokus Jonathan saat menghadapi lawan yang lebih aktif menyerang.

“Jonatan dalam pertandingan itu tidak santai, tidak bisa bermain tenang dan menikmati pertandingan. Seharusnya dia lebih nyaman, karena Indonesia sudah unggul 2-0. Tapi karena tidak santai, semua kemampuannya hilang. Dan salah, “jelas Irwansyah.

Baca juga: Formasi Tidak Berubah, Ginting Tampil Pertama Lawan Momota

Reporter: Roy Rosa Bachtiar
Redaktur: Teguh Handoko
HAK CIPTA © ANTARA 2022

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published.