BANGKOK (ANTARA) – Pasangan Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan mengaku dikejutkan oleh gaya akrobatik pertahanan ganda putra Thailand, Chaloempon Charoenkitamorn/Nanthakarn Yordphaisong pada laga kedua Grup A Piala Thomas, Senin.

Berhasil mencuri kemenangan, The Daddies tetap mengakui gaya bertahan ganda putra peringkat 220 dunia itu terbilang unik karena menampilkan upaya meraih bola dengan cara melempar badan hingga menggelinding di lapangan.

“Mungkin mereka punya gaya seperti itu, tapi kalau kami harus siap terus menghadapi segala jenis permainan lawan,” kata Hendra saat ditemui di Bangkok, Thailand.

Menurut ganda putra nomor dua dunia itu, pertahanan Chaloempon/Nanthakarn sangat ulet karena mampu menahan smash meski sama-sama terjatuh dan dalam posisi berlutut di lapangan.

Hendara/Ahsan juga mengakui bahwa sepanjang karir bulu tangkisnya, ini adalah pertama kalinya mereka bertemu lawan yang memiliki gaya pertahanan yang unik namun solid.

“Mereka sangat ulet, mungkin karena bermain tanpa beban. Tapi dari sisi teknis, lapangan di pihak kami memang lebih nyaman untuk menyerang. Kami pukul berapa kali mereka masih bisa kembali,” kata Ahsan.

Pertemuan pertama kedua pasangan terjadi di menit 59, namun harus dilalui dengan rubber game dan diwarnai dengan reli cepat dan drive yang membutuhkan fokus tinggi.

Di game kedua, kedua skor imbang dalam permainan poin, memaksa pengaturan dengan jangka waktu yang cukup lama. Berkat pertahanan ketat yang ditampilkan Chaloempon/Nanthakarn, mereka pun menang di gim kedua setelah terlibat silih berganti menyusul poin.

Berkat kemenangan The Daddies, Indonesia mampu menandingi Thailand dengan skor 1-1 setelah sebelumnya kehilangan peluang di partai pertama yang memainkan nomor tunggal.

Di laga pembuka, Anthony Sinisuka Ginting harus mengakui keunggulan Kunlavut Vitidsarn yang menang dengan skor 12-21, 21-15, 9-21.

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published.